pascal-edu.com – Pertumbuhan rambut anak dimulai sejak dalam kandungan. memang sih tidak semua anak memiliki rambut yang tebal. Ini bisa terlihat semenjak bayi, ada yang tebal hitam, ada pula yang tipis kemerahan seperti rambut jagung. Pertumbuhan rambut sangat bergantung pada asupan nutrisi. mama yang mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan dapat memenuhi kebutuhan, niscaya janinnya akan mendapatkan rambut yang tebal dan indah.

Sayangnya, tak berhenti pada masa kehamilan. rambut terus bertumbuh, untuk itu, penting tetap mencermati zat gizi yang dikonsumsi oleh anak agar dapat menstimulasi pertumbuhan rambut. Selain itu, mama juga hendaknya melakukan perawatan agar rambut batita tetap bersih dan sehat. Perawatan yang dilakukan dari menyisir rambut, mencuci rambut, sampai memotong rambut. Khusus potong rambut, sebaiknya dilakukan setiap 2—3 bulan sekali.

Untuk memotong rambut batita, rambut sebaiknya tidak dikeramas terlebih dahulu karena akan memperpanjang waktu yang diperlukan. Cukup disemprot basah, kemudian dipotong sesuai model yang diinginkan. Setelah itu, keringkan dengan menggunakan handuk. hindari penggunaan pengering rambut (hair dryer) karena membuat rambut jadi rusak dan kering. tempat potong rambut anak disarankan di rumah karena anak tidak perlu beradaptasi dengan lingkungan yang asing.

Namun, alangkah baiknya juga anak sesekali diajak ke salon untuk diperkenalkan dengan suasana baru dan orang baru. Perihal potongan rambut disarankan yang simpel tapi trendi seperti potongan Justin bieber, Zayn (One Direction) atau model pixie cut ala artis Korea. memang memotong rambut batita tidak mudah. Pasalnya, batita dikenal tidak bisa diam.

Ia tidak betah bila diminta duduk diam. agar mampu bertahan biasanya harus dialihkan perhatiannya pada benda atau mainan yang menarik. untuk itu, agar proses memotong rambut batita berjalan dengan baik, ada 10 trik yang dapat dilakukan. apa saja? Silakan mama Papa simak berikut ini.

1. Sampaikan dengan bahasa sederhana. hindari mengatakan memotong rambut karena dapat mengarahkan imajinasi anak pada alat potong seperti pisau. tentu saja ini menakutkan karena pemahamannya pisau itu dapat menyakitkan. Itulah mengapa, ketika Mama mengucapkan potong rambut, kebanyakan batita ketakutan. Katakan saja bahwa rambutnya perlu dirapikan.