Jika kita mendengar kata Ratu Balqis kita cenderung akan langsung teringat pula pada nabi Sulaiman. Kisah-kisah mereka pun juga terdapat berbagai macam versi. Dalam surat An-Naml, alah menceritakan kehebatan Baginda Sulaiman yang mempunyai kerajaan yang megah, berjaya, menawan hati pemerintah negeri Saba untuk menerima agama Islam.

Nabi Sulaiman ini dikaruniai kerajaan dan tahta sebagai pemerintah tertinggi, bukan hanya memerintah manusia tetapi juga memerintah jin karena beliau punya kelebihan bisa bercakap-cakap dengan makhluk halus dan memahami bahasa binatang. jika kita punya kemampuan seperti yang dimiliki oleh nabi Sulaiman pasti kita akan sombong namun tidak bagi Baginda tersebut justru beliau selalu mengagungkan Allah subhanahu wa ta’ala. Dan karena kemampuannya berbicara dengan hewan beliau juga memiliki seekor burung hud hud yang digunakan untuk berdakwah kepada Ratu Balqis yang memiliki sifat angkuh yang pada akhirnya bisa tunduk kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Namun kita akan mulai bercerita disaat Ratu Balqis belum tunduk kepada Islam dan bagaimana cara Baginda Sulaiman membuatnya bisa tunduk kepada Allah SWT. Suatu ketika Baginda Sulaiman memerintahkan tentara untuk hadir di pertemuan namun ia tidak mendapati hud-hud kalau itu tidak seperti saat-saat yang biasanya. Burung hud hud memang tidak pernah absen dalam menghadiri pertemuan itu tidak ada yang dapat menjelaskan apa yang membuat burung hud hud tidak hadir saat itu. Bahkan karena murka, Baginda Sulaiman sempat akan menyembelihnya jika tidak alasan yang dibuat burung itu tidak masuk akal. Kisah Ratu Balqis

Tapi sekembalinya burung hud-hud, ia justru membawa kabar bahwa ada seorang raja di kota Saba yang merupakan wanita dengan kaumnya yang menyembah matahari. Menurutnya, setan dari menyembah kepada Allah.mendengar hal tersebut Baginda Sulaiman tidak jadi murka dan akan memikirkan langkah apa yang ia ambil untuk bisa berdakwah kepada Ratu tersebut.

Lalu ia menemukan langkah yang tepat untuk berdakwah kepada Nya, iya lantas membuat sepucuk surat kepada Ratu Balqis yang dikirimkan melalui burung hud hud. surat tersebut berisi tentang ajakan untuk beriman kepada Allah subhanahu wa Ta’Ala kepada Ratu Balqis dan kaumnya. Surat tersebut akhirnya dikirimkan oleh hud-hud dan dibaca oleh Ratu Balqis titik dalam perdebatan antara Ratu Bilqis dan jajaran-jajaran kerajaannya, banyak yang menyarankan untuk memerangi raja Sulaiman tetapi Ratu Balqis berkata bahwa raja Sulaiman tidak semudah itu dalam dikalahkan akhirnya Ratu Balqis berpikiran untuk memberikan hantaran berupa harta dan perhiasan kepada raja Sulaiman untuk mengambil hati raja Sulaiman kemudian akan iya tunggu apa yang akan diperbuat oleh raja Sulaiman. Ketika utusan dari ratu Balqis memberikan pemberian tersebut kepada raja Sulaiman, raja Sulaiman dengan tegas menolak hal tersebut karena apa yang telah dikaruniakan kepada nabi Sulaiman dari Allah adalah lebih baik daripada dari ratu Balqis. Dan ia berkata bahwa ia akan menaklukkan kerajaan Saba di tangannya. Melihat hal tersebut ratu Balqis seakan tak punya pilihan dan akan tunduk patuh ke pada raja Sulaiman.

suatu ketika raja Sulaiman kembali mengundang ratu Bilqis untuk hadir di kerajaannya. Saat berdiskusi ketika menunggu atau Balqis tiba, Baginda Sulaiman dan pengikutnya sedang berdiskusi siapa yang mampu membawa singgasana ratu Balqis dari kerajaan Saba ke hadapan nabi Sulaiman. Lahirnya jin ifrit mengajukan diri untuk membawa singgasana tersebut dalam sekejap mata. Ada banyak pendapat mengenai hal ini, ada yang berpendapat bahwa sekejap mata adalah setelah nabi lelah matanya kemudian mengedipkan mata atau magnet sekejap mata. Ada juga yang berpendapat bahwa ifrit membawa singgasana tersebut sebelum majelis tersebut selesai atau dari pagi hingga malam. Wallahu a’lam bishawab.

Setelah beberapa saat, ratu Balqis pun tiba dengan pengikutnya. Ketika ia memasuki alah kerajaan Baginda, ia mendapati bahwa lantainya seperti kolam lalu iya menyingkapkan gamisnya dari kedua betisnya. Namun, Baginda berkata wahai ratu Bilqis apa yang kamu injak itu adalah lantai kaca licin yang mengkilap bukan kolam ataupun air. Mendengar apa yang dikatakan Baginda, ia pun malu lalu mohon ampunan karena terlalu sombong kepada raja Sulaiman atas kesombongannya beberapa waktu lalu karena mengirim perhiasan yang tak seberapa dari kekayaan Baginda Sulaiman. Dari sinilah ya akhirnya dengan sepenuh hati beriman kepada Allah subhanahu Wa ta’ala.