Musim liburan sebentar lagi tiba. Nah, bila lagi nipis untuk agenda liburan keluar kota, apalagi saat liburan nanti diakhir tahun tiba, untuk tetap menjaga kebersamaan Kamu bisa memilih mengajak anak- anak nonton film bareng di rumah.

Jangan lupa, anak-anak ajak nonton film motivasi dan bisa berdampak positif pada semengat mereka. Memang film-film ini sudah lama, tetapi di rental-rental DVD, film ini masih cukup banyak dijual. Jangan sampai anak kita justru menonton film semi dewasa yang belum saatnya mereka tahu.

Tinggal beli atau sewa, ajak anak-anak nonton di rumah, dijamin suasana akan makin gayeng. Selain juga ngaji sosial lewat film motivasi. Apa saja film lawas yang bisa jadi referensi untuk Kamu nonton film bersama anak-anak? Berikut ini

1.Finding Forrester (2000)

Film ini berkisah soal dunia menulis. Kisalnya, Jamal Wallace seorang pemuda kulit hitam yang punya bakat luar biaa dalam hal menulis. Saat sedang galau dengan bakat luar biasanya, ia bertemu dengan tokoh penulis yang ia kagumi sebelumnya. Namanya William Forrester (Sean Connery).

Dengan tangan dinginnya, Jamal akhirnya bisa sukses di bidang sastra dan tulis menulis. Ia pun sukses. Film ini dirilis tahun 2000 lalu, dan sampai sekarang masih banyak digemari mahasiswa. Terutama dari Fakultas Sastra.

2.Pollock (2000)

Pollock ini berkisah tentang seorang pelukis abstrak asal Amerika, Jackson Pollock. Ia meninggal pada tahun 1956 di usia 44 tahun. Kisah nyata dalam film ini cukup memacu motivasi. Kisahnya yang mengharu biru mampu membentuk karakter seorang pelukis yang luar biasa. Konon banyak pelukis ekspresionis terinspirasi Jackson ini.

Sayang, kehidupannya yang alkoholis menyebabkan Jackson tidak teratur hidupnya hingga meninggal. Tetapi jiwa dan spiritnya patut diambil dan dijadikan contoh. Film Pollock dirilis pada 2000.  Ed Harris dan Marcia Gay Harden menjadi bintang dalam film luar biasa ini.

3.Dark Matter (2008)

Teori fisika banyak diterapkan dalam film ini. Dikisahkan seorang mahasiswa asal China yang sangat berbakat. Namanya Liu Xing. Ia terbang ke Amerika untuk belajar fisika di tingkat yang lebih tinggi. Di Amerika ia bergabung dengan kelompok kosmologi yang dipimpin oleh Jacob Reiser, seorang kosmolog terkenal.

Kehebatan Xing terasah di sini. Ia kemudian terobsesi dengan studi Dark Matter, yakni zat yang tak terlihat. Ia berkeyakinan bahwa bentuk alam semesta dan segala isinya, bertentangan dengan teori Reiser itu.

Ada sisi yang menarik di film ini, yakni pertarungan antara egoisnya orang pintar melawan kenyataan dan budaya. Harus bagaimana menyikapinya? Kamu bisa simak filmnya.