Berwisata di Yogyakarta seakan tidak pernah ada habisanya. Berbagai macam objek wisata hadir dan dikembangkan di daerah istimewa ini. Selain memiliki berbagai macam objek wisata alam, Yogyakarta juga mempunyai objek-objek wisata sejarah Jogja yang digunakan untuk sarana pendidikan yaitu berupa museum. Museum-museum di Yogyakarta tersebar di berbgai tempat dan menyimpan bermacam-macam benda peninggalan yang umurnya puluhan bahkan rastusan tahun. Salah satunya adalah Museum Wayang Kekayon yang khusus menyimpan berbagai macam wayang yang ada di Nusantara dan telah berumur puluhan tahun bahkan ada yang berumur ratusan tahun.

Museum ini terletak di Jl. Raya Yogyakarta – Wonosari Km. 7, sekitar 1 Km dari Ring Road Timur. Museum ini di bangun pada tahun 1990 oleh Prof. DR. dr. KPH. Soejono Prawirohadikusumo (Guru besar UGM sekaligus dokter ahli saraf jiwa) yang sangat mencintai budaya wayang dan ingin melestarikannya agar generasi selanjutnya tidak lupa akan budaya wayang. Museum ini diresmikan setahun kemudian KGPAA Paku Alam VIII pada tahun 5 Januari 1991. Museum ini dibangun dengan mempertahankan arsitektur Jawa yaitu berbentuk joglo. Terdapat 9 unit bangunan dengan luas tanah sekitar 1,1 hektar yang terdapat di tepi jalan besar sehingga memudahkan wisatawan yang ingin berkunjung di museum ini.

Begitu memasuki kawasan museum, pengunjung akan disambut oleh suasana yang sejuk dan tenang khas pedesaan. Pohon-pohon besar di sekitar kawasan membuat suasana ini begitu teduh dan nyaman untuk bersantai. Museum Wayang Kekayon terdiri dari beberapa bagian. Bagian yang pertama adalah gedung induk yang berupa jogjo lengkap dengan kuncung, pendata, longkang, peringitan, dan juga ndalem. Banunan ini biasanya digunakan untuk pertunjukan seni dan budaya serta duguanakan juga untuk resepsi pernikahan. Koleksi wayang ini terdapat di 9 unit bangunan yang berada di dekat bangunan joglo. Unit 1 terdiri dari koleksi Wayang Purwa gaya Yogyakarta, unit 2 berisikan Wayang Purwa gaya Surakarta, unit 3 terdapat Wayang Madya dan Gedhog, unit 4 berisikan Wayang Klitik, Krucil dan Beber. DI unit 5 dan 6 terdiri dari aneka jenis wayang dari lain daerah, unit 7 ada Wayang Golek dan Wayang Kreasi Baru, dan unit ke 9 terdapat berbagai jenis wayang.