Hallo Sobat semuanya!

Selamat datang dan terima kasih telah mengunjungi artikel yang ada pada situs website ini. Semoga dengan adanya artikel pada situs website ini dapat membantu apa yang sedang dicari oleh Sobat, dan pastinya semoga bermanfaat. Enjoy!

Pada kesempatan kali ini, penulis yang kece ini mau membagikan mengenai Metode Pembuatan Minyak Atsiri. Memangnya metode pembuatannya ada berapa si?

Metode Pembuatan Minyak Atsiri itu ada 3 Metode, yaitu ada Pengepresan, Ekstrasi Menggunakan Pelarut, dan Metode Penyulingan. Dan tau ngga si Sobat, metode mana yang lebih sering digunakan? Metode yang lebih sering digunakan dalam pembuatan Minyak Atsiri yaitu ada metode Penyulingan atau nama lain Distilasi.

Nah, metode Penyulingan tersebut menggunkan alat destilasi minyak atsiri. Untuk lebih lanjutnya, berikut ini 3 Metode Pembuatan Minyak Atsiri. Check it out!

Metode Pembuatan Minyak Atsiri

Dan berikut ini Metode Pembuatan Minyak Atsiri :

Pengepresan (Pressing)

Hasil gambar untuk cara pengepresan minyak

Metode Pembuatan Minyak Atsiri dengan pengepresan ini yaitu proses pengambilan Minyak Atsiri, yang dilakukan dengan cara pengepresan terhadapt bahan yang berupa biji, buah atau kulit luar yang dihasilkan dari tanaman yang termasuk famili citrus.

Hal ini juga disebabkan minyak dari famili tanaman tersebut akan mengalami kerusakan jika diekstrasi dengan menggunakan penyulingan atau destilasi.

Dengan menggunakan metode Pengepresan, maka sel-sel yang mengandung minyak akan pecah, dan kemudian minyak akan mengalir kepermukaan bahan.

Nah sobat, pada Metode Pengepresan ini salah satu alat yang digunakan ini yaitu berupa mesin pengepres. Alat ini akan berkerja dengan cara menekan bahan baku, hingga sel penghasil minyak akan pecah dan minyak akan keluar.

Seperti itu kurang lebih penjelasan mengenai Metode Pengepresan. Yuk kita lanjut ke metode selanjutnya. Peep this out!

Ekstraksi Menggunakan Pelarut

Hasil gambar untuk ektrasi menggunakan larutan

Cara dengan ekstrasi ini merupakan sistem atau metode pembuatan Minyak Atsiri yang bahan bakunya memiliki rendeman yang kecil, kemudian rusak pada suhu yang tinggi, dan rata-rata larut dalam air.

Proses ekstrasi yang biasanya dilakukan untuk bahan baku Minyak Atsiri yang berupa bunga. Beberapa jenis Minyak Atsiri yang menggunakan sistem ini ada mawar, melati, dan sedap malam.

Nah cara ekstrasi ini 3 jenis, ada Ekstrasi dengan Pelarut Menguap, Lemak Dingin, dan Lemak Panas.

Nah untuk kali ini akan membahas bagaimana si Ekstrasi Menggunakan Pelarut? Ekstrasi menggunakan pelarut ini yaitu melarutkan Minyak Atsiri dalam bahan pelarut organik yang mudah menguap.

Kemudian, pelarut yang dalat digunakan diantaranya ada alkohol, heksana, toluena, benzena. Selain itu juga dapat menggunakan pelarut non-polar seperti metanol, etanol, aseton, kloroform, etilasetat dengan kadar sekitar 96%.

  • Ekstrasi Pelarut Mudah Menguap

Melarutkan Minyak Atsiri kedalam bahan dengan pelarut organik yang mudah menguap, hal ini merupakan prinsip dari ekstrasi. Pelarut organik ini akan berpenetrasi ke dalam jaringan dan akan melarutkan minyak serta juga bahan non volatile yang berupa resin, lilin, dan juga beberapa macam zat warna.

Proses dari ekstrasi itu biasanya dilakukan dalam suatu wadah yang bisa disebut dengan extractor. Berbagai pelarut yang biasa digunakan itu ada petroleum ether, carbon tetra chloridaa, chloroform dan pelarut lainnya yang bertitik didih rendah.

Ekstrasi yang menggunakan pelarut organik itu umumnya digunakan untuk mengesktrasi jenis Minyak Atsiri yang mudah rusak oleh pemanasan uap dan air.

Contohnya seperti untuk mengesktrasi minyak dari bunga-bungaan misalnya bunga cempaka, melati, mawar, dan yang lainnya.

Pembuatan Minyak Atsiri dengan pelarut yang menguap itu dilakukan dengan ekstraktor. Ekstraktor yang digunakan untuk mengesktrak Minyak Atsiri dari bunga terdiri dari tabung ekstraktor berputar dan tabung penguap.

Langkah-langkah :

  1. Masukkan bahan baku yang masih segar dan pelarut mudah menguap kedalam ekstraktor.
  2. Kemudian, putar ekstraktor selama 20-60 menit, pelarut akan berpenetrasi ke dalam jaringan bahan baku dan melarutkan minyak serta bahan yang berupa resin, lilin, dan juga beberapa macam zat warna.
  3. Selanjutnya pisahkan larutan dengan hasil ekstrasi dari ampas.
  4. Larutan hasil ekstrasi itu nantinya akan di distilasi atau penyulingan dalam evaporator vakum yang dilakukan pada suhu rendah, yaitu sekitar 45 derajat celicius.
  5. Pelarut akan menguap dan meninggalkan larutan semipadat yang berwarna merah kecoklatan dan disebut juga dengan nama concreate.
  6. Kemudian, concreate ini diaduk dan dilarutkan dalam alkohol yang panas. Larutan alkohol ini mampu mengikat Minyak Atsiri dengan sempurna.
  7. Selanjutnya, larutan concreate itu didinginkan pada suhu -5 derajat celcius hingga mengendap  dan berbentuk lilin.
  8. Endapan dari lilin tersebut kemudian diperas dan disaring hingga keluar larutan jernih.
  9. Larutan jernih ini hasil pemerasan, dan selanjutnya itu masuk kedalam proses destilasi destilasi ulang untuk memisahkan minyak dengan alkohol yang masih terikat.
  10. Destilasi ini dilakukan dalam kondisi vakum dan pada suhu rendah, yaitu sekitar 45 derajat celcius hingga diperoleh larutan kental yang disebut juga dengan absolute.
  • Ekstrasi Dengan Lemak Dingin.

Proses pembuatan minyak atsiri dengan ekstrasi ini digunakan khusus untuk mengesktrasi minyak yang menggunakan bahan bunga rangka mendapatkan mutu dan rendaman minyak yang cukup tinggi.

Pada umumnya itu bunga setelah dipetik akan tetap hidup secara fisiologis. Daun bunga itu terus melakukan proses hidupnya dan tetap memproduksi minyak yang terbentuk dalam bunga dan akan menguap dalam waktu yang singkat.

Untuk mendapatkan rendaman minyak yang lebih tinggi dan juga bermutu baik, proses fisiologi dalam bunga selama proses ekstrasi berlangsung perlu dijaga agar tetap berlangsung dalam waktu selama mungkin.

Sehingga bunga juga dapat memproduksi Minyak Atsiri. Nah dengan hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan lemak hewani atau nabati.

Langkah-langkah :

  1. Pilihlah bunga terlebih dahulu yang masih kuncup dengan beberapa tingkat ketiaan yang optimum, kemudian tangkai bunga dihilangkan.
  2. Selanjutnya, dioleskan menggunakan lemak yang akan digunakan sebagai adsorben pada lempeng kaca dengan ketebalan sekitar 1-2 cm. Agar diperolehnya luas bidang permukaan yang lebih besar untuk proses penyerapan, lapisan lemak hendaknya diberi beberapa goresan.
  3. Bunga yang telah dihilangkan tangkainya itu kemuddian ditebarkan diatas lapisan lemak secara merata. Semakin lebar bidang bunga, yang kontak langsung dengan lemak akan semakin baik.
  4. Selanjutnya, simpan lempengan kaca beserta lemak dan bunga dalam lemari atau rak yang tertutup.
  5. Setelah menunggu 24 jam, bunga lama dapat diganti menggunakan bunga yang baru. Dan pergantian bunga pun perlu dilakukan secara hati-hati agar lemak yang terbawa sedikit, dan pergantian bunga dilakukan secara berulang sampai minyak berkomponen kimia tinggi. Hal ini bisa diketahui dengan terciumnya aroma yang kuat.
  6. Lemak yang mengandung minyak itu disebut juga dengan pomade. Pomade yang telah mengandung minyak bunga itu selanjutnya diangkat dari lapisan kaca dan ditampung dalam wadah, dan kemudian dicampur dengan alkohol yang panas sampai larut dan diaduk agar homogen.
  7. Setelah itu simpanlah larutan pada suhu dingin agar lemak membeku dan mudah dipisahkan.
  8. Pemisahan lemak dilakukan dengan pemerasan dan penyairngan sampai larutan bebas lemak.
  9. Selanjutnya larutan yang mengandung minyak dievaporasi pada suhu yang rendah sampai diperolehnya absolute.

Persyaratan Lemak yang Dipakai Agar Absolute yang Dihasilkan dengan Optimal, yaitu ada :

  • Tidak berbau dan berwarna, bau dan warna pada lemak akan mempengaruhi mutu dari absolute.
  • Mempunyai konsistensi tertentu, lemak yang terlalu keras itu akan mempunyai daya adsorbsi yang rendah.
  • Titik cair dari optimal lemak adalah 36-37 derajat celcius. Jika suhu terlalu rendah, daya dari adsorbsi lemak pun semakin tinggi. Namun proses deflourasi menjadi sulit karena banyak lemak yang menempel pada bunga. Sementara jika titik cair diatas 37 derajat celcius, proses dari deflourasi semakin mudah, tetapi daya adsorpsi dari lemak itu akan menurun.
  • Ekstrasi Dengan Lemak Panas.

Cara pembuatan Minyak Atsiri dengan metode dari pembuatan minyak dengan menggunakan lemak panas tidak berbeda jauh dengan metode lemak dingin. Bahan dan peralatan yang diguanakan pun tidak berbeda jauh. Perbedaannya hanya terletak pada bagian awal proses, yaitu menggunakan lemak panas.

Sedangkan untuk alat yang digunakan itu ada evaporator vacum. Selain itu juga dibutuhkan berupa wadah berupa bak ataupun juga bisa dnegan baskom untuk merendam bunga dalam lemak yang panas.

Bahan yang diperlukan dalam metode maserasi yaitu ada lemak dan alkohol. Lemak digunakan sebagai adsorben, sedangkan alkohol digunakan untuk melarutkan lemak.

Tahap-Tahap Metode Maserasi :

  1. Pilihlah bunga terlebih dahulu dengan tingkat ketuaan yang optimum atau belum mekar penuh.
  2. Selanjutnya rendam bunga dalam lemak yang telah dipanasi mencapai dengan suhu 80 derajat celcius dan biarkan selama satu malam.
  3. Keesokan hasinya itu tambahkan dengan alkohol panas dalam lemak, kemudian aduk dan saring untuk memisahkan bagian bunganya.
  4. Selanjutnya simpanlah campuran lemak dan alkohol dalam pendingin agar membeku sehingga dengan itu mudah dipisahkan.
  5. Pemisahan ini dilakukan dengan penyaringan sampai larutan tersebut benar-benar bebas dari lemak.
  6. Setelah itu larutan yang bebas lemak akan di devaporasi pada kondisi vakum sampai diperolehnya absolute

Penyulingan (Distilation)

Hasil gambar untuk penyulingan

Masuklah ke metode yang sering digunakan dalam pembuatan Minyak Atsiri. Yaitu ada metode penyulingan atau juga disebut dengan destilasi.

Penyulingan merupakan proses pemisahan zat-zat cair dari campurannya dengan berdasarkan perbedaan titik didih.

Proses yang dilakukan pada destilasi sederhana yaitu suatu campuran dapat dipindahkan bila zat-zat penyusunnya tersebut memiliki perbedaan titik didih yang lumayan cukup tinggi.

Eiitss ngga hanya itu, Metode Destilasi ini juga memiliki sistem lainnya juga lho.

3 Sistem Metode Destilasi/Penyulingan

  • PENYULINGAN DENGAN SISTEM REBUS
Image for post

Pembuatan Minyak Atsiri menggunakan sistem ini biasa disebut dengan water distillation. Bahan yang akan disuling dengan sistem ini akan dihubungkan langsung dengan air yang mendidih.

Kelebihan dari sistem ini yaitu alat yang digunakan sederhana dan waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan minyak juga tidak lama.

Dan untuk kekurangannya, destilasi dengan sistem air ini tidak cocok digunakan untuk bahan baku yang tidak tahan uap panas dan kualitas hasil penyulingan tidak sebaik destilasi uap-air.

  • PENYULINGAN AIR & UAP 
Image for post

Bahan yang digunakan menggunakan sistem ini tidak berkontak langsung dengan air, tetapi diberi sekat antara air dan simplisia yang biasa disebut angsang.

Air yang mendidih dan uap air akan membawa sebuah partikel dari minyak atsiri untuk dialirkan menuju ke kondensor, dan kemudian dilanjutkan ke alat pemisah secara otomatis air dan minyak, dan nanti pastinya akan terpisah karena ada perbedaan dari berat dan jenis yang dimana minyak itu lebih kecil dibandingkan dengan berat jenis air, sehingga minyak berasa di atas dan untuk air berada di bawah, itulah prinsip dari sistem ini. Untuk nama lain dari sistem ini yaitu Water and Steam Distillation.

  • PENYULINGAN DENGAN UAP LANGSUNG
Image for post

Pembuatan Minyak Atsiri dengan penyulingan ini digunakan pada senyawa-senyawa yang memiliki titik didih mencapai 200 derajat celcius atau bahkan lebih.

Uap air yang dihasilkan dari steam generator akan mengalir ke simpilisa dan akan membawa minyak atsiri bersama dengan uap air tersebut, inilah prinsip dari sistem penyulingan menggunakan uap langsung.

Destilasi uap ini yang paling umum digunakan untuk pembuatan Minyak Atsiri, dikarenakan termasuk yang paling baik karena dapat menghasilkan Minyak dengan kualitas yang tinggi, karena tidak bercampur dengan air.

Pembagian Destilasi.

Berdasarkan Prosesnya.
  • Destilasi Batch : destilasi yang dilakukan satu kali proses, yakni bahan dimasukkan dalam peralatan, diproses kemudian diambil hasilnya.
  • Destilasi Kontinyu : destilasi yang sedang berlangsung di mana campuran cair secara terus-menerus dimasukkan ke dalam proses dan filtrat terpisah dikeluarkan seiring berjalannya waktu selama operasi.
Berdasarkan Basis Tekanan Operasinya.
  • Penyulingan Atmosferi : proses pemisahan berdasarkan perbedahan titik didihnya pada tekanan atmosfer dan temperatur maksimum 350 C.
  • Destilasi Vakum : metode penyulingan dimana tekanan dari sistem penyulingan direduksi menjadi kurang dari tekanan uap yang biasanya (kurang dari tekanan atmosfer) sehingga meminimalisir penguapan cairan yang lebih volatil.
  • Destilasi Tekanan Tinggi : proses pemisahan komponen dari campurannya dengan menggunakan panas sebagai tenaga pemisah, dimana tenaga yang digunakan adalah tekanan tinggi.
Berdasarkan Komponen Penyusunnya.
  • Destilasi System Biner : destilasi pencampuran dua komponen
  • Destilasi System Multi Komponen : destilasi pencampuran lebih dari dua komponen
Berdasarkan System Operasinya.
  • Single-stage Destillation : destilasi yang hanya melalui satu tahap destilasi.
  • Multi stage Destillation : destilasi yang melalui beberapa tahap destilasi.

Kelebihan dan Kekurangan Destilasi.

Hasil gambar untuk ilustrasi kekurangan dan kelebihan

Pasti disetiap metode itu ada kelebihan dan kekurangan, tinggal dari kita saja mau memilih yang mana, dan menyesuaikan kebutuhannya.

Kekurangan

  • Dapat memisahkan zat dengan perbedaan titik didih yang tinggi.
  • Produk yang dihasilkan benar-benar murni.

Kelebihan

  • Hanya dapat memisahkan zat yang memiliki perbedaan titik didih yang besar.
  • Biaya alat relatif mahal. Tetapi ada juga yang membuat versi yang lebih murah menggunakan barang yang ada disekitarnya.

13 Fakta Unik Minyak Atsiri

  • Essential oil bukan minyak dalam arti sesungguhnya.
  • Essential oil adalah substansi alami dan tidak bisa dipatenkan.
  • Diperlukan tumbuhan untuk jumlah yang besar, bertujuan untuk memproduksi essential oil.
  • Kebanyakan Minyak Atsiri harus digunakan setelah diencerkan.
  • Jangan gunakan Minyak Atsiri yang murni pada bayi dan anak kecil.
  • Beberapa essential oil harus dihindari selama kehamilan.
  • Sebaiknya jangan gunakan essential oil secara internal.
  • Jauhkan essential oil dari jangkauan anak-anak.
  •  Berbagai merk essential oil tidak memiliki kualitas sama.
  • Simpan essential oil dalam botol kaca berwarna gelap.
  • Gunakan essential oil untuk membantu meningkatkan mood.
  • Essential oil memiliki ukuran molekul amat kecil.
  • Kebanyakan Minyak Atsiri itu memiliki sifat antibakteri, anti-jamur, dan antivirus.

Itulah mengenai 3 Metode Pembuatan Minyak Atsiri. Untuk seputar artikel ini, silahkan Sobat bisa mengunjungi Pembuatan Minyak Atsiri, dan Jenis Minyak Atsiri lainnya.

Sekian, penulis kece mau pamit dulu. Mohon maaf apabila terdapat kekurangan atau kesalahan dalam artikel ini. Jika ada saran atau kritik yang membangun, silahkan bisa disampaikan melalui laman komentar yang ada dibawah.

Dan jangan lupa juga untuk share artikel ini sebanyak-banyaknya, agar Sobat yang lainnya juga tahu. Yuk saling berbagi ilmu!

Terima Kasih, dan sampai jumpa esok!