Di antara Sharp Huddleboard, Google Jamboard dan, sekarang, Samsung Flip, jelas sudah bahwa raksasa elektronik konsumen tertarik dengan kebutuhan bisnis modern untuk perangkat kolaborasi digital yang solid dan andal.

Kuncinya di sini adalah bahwa, daripada hanya menjual tablet Windows 10 yang ditingkatkan dengan layar multi-sentuh dan resolusi 4K, Samsung Flip benar-benar mencoba untuk menyampaikan konsep papan tulis digital.

Desain – Tampilan, Rasa dan Fitur

Samsung Flip tampak seperti perkawinan antara papan tulis, flipchart, dan TV layar lebar. Flip bisa diletakan di atas dudukan berkaki empat dan dapat dengan mudah diubah orientasi layarnya menjadi vertikal dan horizontal. Terlepas dari sebelah mana Anda menggunakan Flip, layarnya bisa dimiringkan dan membantu pengguna menulis di atasnya.

Layar cerdas dengan OS Tizen ini hampir intuitif untuk digunakan mirip dengan aplikasi Samsung Notes pada ponsel Samsung Galaxy atau Note terbaru Anda. Menyentuh tampilan Flip dengan objek seperti pena akan memungkinkan Anda menulis di atasnya. Menyentuh layar dengan sesuatu yang sedikit lebih besar, seperti jari, akan bertindak sebagai highlighter. Menyentuh layar dengan sesuatu yang lebih besar dari itu akan bertindak sebagai penghapus – memungkinkan Anda menghapus kesalahan dengan mudah. Waktu kami memasang Flip di kantor, banyak orang yang mencoba menggunakannya tanpa kesulitan berarti.

Samsung Flip dirancang bak papan tulis, tentu saja tidak 100%, tapi lebih mendekati ketimbang produk sejenis. Kehabisan ruang di layar dan Anda cukup menarik halaman untuk memperluasnya.

Anda dapat mengimpor gambar (PDF, TIF atau JPEG) dan bahkan berbagi layar hanya dengan mengetuk ponsel Anda ke sensor NFC pada Flip. Dengan semua fitur yang dimilikinya, sepertinya Flip tidak memiliki kekurangan. Namun itu bukan berarti tidak ada ruang untuk perbaikan.

Ada beberapa hal yang mungkin perlu ada di Flip seperti fungsi screen dan audio recorder – dan keterbatasan format yang kompatibel juga sedikit menyebalkan. Mengingat Samsung memiliki kemampuan untuk menambahkan fitur software baru dari waktu ke waktu, saya berharap mereka bisa mengatasi kekurangan ini.

Untungnya, Samsung sudah mulai melakukan hal ini. Sejak Flip diluncurkan, sudah ada update besar seperti membuka dokumen dari Microsoft Office termasuk file PowerPoint, Word dan PDF, sinkronisasi layar penuh dengan perangkat Android Oreo melalui NFC dan meningkatkan fungsi LDAP untuk memungkinkan berbagi database pengguna perusahaan dengan mudah langsung ke Flip.