Para penderita katarak tidak jarang tak menyadari bila matanya sudah tertutup selaput. Sampai kesudahannya penglihatan terus berkurang atau bahkan tak dapat melihat sama sekali.

Banyak pun orang mengira selaput yang muncul melulu selaput biasa atau pteridium. Padahal, kedua penyakit itu memiliki tidak sedikit perbedaan.

” Keduanya jelas berbeda,” ujar Nashrul Ihsan, dokter spesialis mata dalam acara pendahuluan Klinik Utama Mata JEC Bekasi, Jawa Barat, Selasa 12 Maret 2019.

Berdasarkan keterangan dari Nashrul, selaput pteridium letaknya di depan atau di luar bola mata. Selaput ini dapat terlihat tanpa pertolongan alat apapun.

” Sedang katarak tersebut kekeruhan lensa. Jadi, selaputnya terdapat di dalam dan mesti disaksikan menggunakan senter,” tambah dia.

Jika disaksikan lebih teliti, selaput pada penderita pteridium mengakar dari unsur pinggir mata dan menjurus ke unsur pupil. Sedangkan selaput pada katarak terletak di unsur tengah mata.

Lain halnya dengan katarak, pteridium tidak mengakibatkan kebutaan. ” Penyebabnya ialah sinar UV dan iritasi berulang. Kalau suka kerja di lapangan atau di depan lampu UV, suka terpapar debu dan iritasi, lagipula sampai peradangan,” jelas Nashrul.

Setelah mengerjakan operasi pelantikan selaput, penderita katarak bakal terbebas dari penyakit itu seumur hidup. Tetapi urusan ini tak berlaku pada penderita pteridium.

” Selaput pteridium dapat tumbuh lagi selama 80-90 persen andai dioperasi dengan kiat lama. Kalau pakai kiat baru, bisa jadi tumbuh lagi berkurang 10 persen. Tapi tetap mesti menghindari penyampaian sinar UV atau gunakan lensa anti sinar UV,” pesan Nashrul.