generasimaju.com – Emilda Rahman (27), mama dari Salwa Zaneeta Adila (20 bulan) “Anak saya berambut lebat sekali, hitam agak ikal. Sampai umur 15 bulan, rambutnya saya potong sendiri. Di kota saya tidak ada salon buat batita. Saya kan amatir, jadi tidak peduli modelnya, yang penting pendek dan rapi gitu aja. Triknya supaya dia tidak gerak dikasih mainan di depannya, neneknya juga ngajak main. Jadi dia khusuk dengan mainannya, tidak peduli apa yang terjadi dengan rambutnya. Sebelumnya saya pakaikan kain tipis di pundaknya supaya tidak gatal. Saya bisa leluasa memotong rambutnya meski sedikit grogi khawatir tidak rapi.”

Sri Sugiarti (35), mama dari M. Rifqi Albattani (3) “Anakku tidak mau potong rambut di salon karena tidak betah duduk lama-lama. Jadi, cukup sama mamanya di bak mandi. Dia berendam sambil digunting rambutnya. Setiap sekali gunting, sekali guyur, jadi kalau sampai rapi tak terhitung deh berapa kali guyur. Soalnya tidak betah gatal. Potongannya model pendek rapi aja ala Mama.”

Nafisa Khiarini (29), mama dari Nurhasan Abdul Faiz (2) “Saya sedia alat pemotong rambut elektrik di rumah. Saya potong rambut sendiri, lebih terjamin kebersihan alatnya daripada di barbershop yang alatnya dipakai bergantian oleh banyak orang. Saya sediakan dahulu ember atau baskom berisi air dan mainan. Saat anak serius main air, saya bisa leluasa memotong rambutnya. Karena menggunakan alat elektrik, potong rambut si kecil jadi lebih cepat dibanding dengan menggunakan gunting biasa. Model paling ideal buat jagoan saya yang baru 2 tahun itu model plontos seperti tentara, mudah potongnya, anti gerah, dan anti kusut.”

Rini Indriani (23), mama dari Shafi ra Indrajati (12 bulan) “Shafi ra sudah 5 kali dipotong rambut (bagian poni) oleh saya. Sengaja hanya bagian rambut tersebut yang saya potong, karena anak perempuan lebih cantik berambut panjang. Untuk memotong poni Shafi ra, saya tidak perlu pergi ke salon karena saya potong sendiri. Saya selalu melakukannya sehabis dia mandi dan keramas agar memudahkan proses pemotongan rambut. Tak kalah penting, juga karena setelah mandi mood-nya lagi bagus sehingga mudah diarahkan. Siapkan peralatan seperti kain satin, kertas koran, gunting rambut, kapas, dan bedak, serta mainan yang bisa mengarahkan perhatian Shafi ra. Saat-saat memotong rambut menjadi saat yang menyenangkan.”

Novie Anggraini, mama dari Queen Shakeela Diandra Faisal (21 bulan) “Subhanaallah, susahnya motong rambut si adek Keela ini. Sampai dikasih semua sogokan serta bujuk rayu tetap sulit. Saat memotong harus dalam keadaan mood banget. Dikasih pengalih perhatian pada rambutnya misalnya, dikasih boneka-boneka yang ada rambutnya lalu diajak purapura potong rambut boneka juga. Alhamdulillah, kadang kala berhasil. Potongan rambut yang cocok biasanya sih apa saja. Yang penting poninya tidak menutupi mata.”